Kolaborasi Mahasiswa Perkuat Branding Kampung Jelita Surabaya lewat Konten Kreatif dan Cooking Class Mochi

banner 468x60

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menuntaskan program pemberdayaan masyarakat di Kampung Jelita, Surabaya, pada 13 November 2025, dengan fokus pada branding kampung tematik berbasis konten kreatif. Inisiatif ini penting untuk mendorong promosi wisata budaya sekaligus menguatkan potensi ekonomi warga melalui identitas visual yang lebih konsisten dan mudah ditemukan di ruang digital.

Kegiatan dirancang sebagai kolaborasi lintas mata kuliah—Desain Grafis, Komunikasi Visual dan Fotografi, Periklanan, serta Manajemen Public Relations—dengan pendekatan praktik lapangan yang terintegrasi dari perencanaan hingga eksekusi materi komunikasi. Kampung Jelita dipilih karena karakter uniknya sebagai kampung tematik yang memadukan nuansa Jepang dan Bali, terlihat dari ornamen lampion, huruf kanji, gerbang khas Jepang, dinding kayu, hingga dekorasi bunga sakura yang menjadi daya tarik visual kawasan.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pelaksanaan program, mahasiswa mengadakan rangkaian aktivitas kreatif yang sekaligus menjadi “bahan cerita” untuk strategi branding Kampung Jelita. Mulai dari pengambilan foto dengan busana kimono, kegiatan bercocok tanam untuk mempercantik area kebun kampung, hingga cooking class membuat mochi bersama warga yang menjadi sesi paling diminati karena menghadirkan pengalaman interaktif dan membuka peluang pengembangan identitas kuliner lokal.

Setiap aktivitas diposisikan sebagai bagian dari penguatan citra kampung: sesi foto membantu warga menyiapkan konten visual yang merepresentasikan karakter “Negeri Sakura” versi Kampung Jelita; kegiatan berkebun memperkuat elemen estetika ruang yang berdampak pada kenyamanan dan daya tarik kunjungan; sementara cooking class mochi memperkaya narasi kampung melalui pengalaman wisata yang dapat dipromosikan ulang di media sosial komunitas.

“Branding kampung tidak hanya soal tampilan, tetapi juga soal pengalaman yang bisa diceritakan ulang oleh pengunjung,” ujar tim mahasiswa dalam rangkaian kegiatan, menekankan pentingnya konten kreatif lokal sebagai jembatan promosi destinasi di era digital.

Selain berdampak pada warga, program ini menjadi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa untuk menerapkan strategi komunikasi, periklanan, dan public relations dalam konteks nyata. Ke depan, penguatan identitas Kampung Jelita diharapkan terus berlanjut agar kampung tematik ini semakin dikenal sebagai ruang kreatif yang berpeluang berkembang secara sosial dan ekonomi.

Ketika kampung mampu membangun identitas dan cerita yang kuat di ruang digital, maka potensi lokal tidak hanya terlihat—tetapi juga tumbuh dan diwariskan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60