Kemendikti Saintek Luncurkan Program Riset Prioritas 2026 untuk Pemerataan dan Hilirisasi Ilmu

banner 468x60

Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) meluncurkan program Riset Prioritas tahun anggaran 2026 pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Dirjen Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, mengatakan riset ini ditujukan untuk memecahkan masalah dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Fauzan menjelaskan, tujuan utama riset ini adalah meningkatkan kemampuan riset nasional secara merata di seluruh Indonesia.

“Riset prioritas kita ingin meningkatkan kemampuan rata-rata riset dan keberhasilannya di seluruh Indonesia,” ujarnya di Gedung Kemendikti Saintek, Jakarta Pusat.

Program ini didanai oleh APBN dan akan dijalankan di perguruan tinggi terpilih.

Ada enam fokus utama yang akan dijalankan pada 2026, yaitu:

1. Pengabdian masyarakat

2. Hilirisasi hasil penelitian

3. Bina talenta,

4. Kemitraan multi pihak

5. Penelitian dan pengembangan

6. Pengembangan kawasan sains dan teknologi.

Tahapan call for proposal dibuka pada 28 Oktober 2025 dan melibatkan kerja sama antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Diharapkan kolaborasi ini membuat kampus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah juga menetapkan delapan bidang industri strategis sesuai AstaCita Presiden Prabowo Subianto.

Bidang tersebut mencakup pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi, digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor, serta material dan manufaktur maju.

“Kita ingin sosial humaniora mendukung industri strategis ini, bersama bidang ilmu dasar STEM seperti matematika, fisika, dan biologi,” jelas Fauzan.

Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas disiplin untuk memperkuat daya saing riset Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Kemendikti Saintek juga meluncurkan Program Riset Strategis yang didanai LPDP.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut Riset Prioritas berfokus pada riset fundamental, sedangkan Riset Strategis menitikberatkan hilirisasi.

“Yang lebih ke hilir itu Strategis, sedangkan yang lebih ke fundamental itu Prioritas,” ujar Brian.

Ia menilai budaya riset di kampus Indonesia masih lemah dan perlu ditumbuhkan.

“Riset di Indonesia masih belum dianggap hal utama, jadi mari kita budayakan,” tambah Brian.

Ia berharap pada Februari 2026 dana penelitian sudah dapat disalurkan ke masing-masing kampus.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60