Lonjakan Kasus Influenza A di Indonesia: Dokter Ingatkan Risiko dan Pencegahannya

banner 468x60

Pada awal Oktober 2025, data Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa kasus flu naik hingga 38 persen. Jenis virus terbanyak adalah influenza A, penyebab utama ISPA yang bisa menimbulkan komplikasi serius.

Menurut dr. Hastomo Prabowo MARS dari RS Pondok Indah, terdapat tiga tipe virus influenza yang menyerang manusia, yakni A, B, dan C. “Dari ketiganya, virus influenza A cenderung menyebabkan gejala lebih berat dan sering memicu wabah musiman bahkan pandemi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Berbeda dengan influenza B yang hanya menular antarmanusia, influenza A bisa menular dari hewan ke manusia. Virus ini berbahaya karena cepat bermutasi, mudah menular, dan bisa kebal terhadap sistem imun tubuh.

Penularan influenza A terjadi melalui droplet dari batuk, bersin, atau bicara, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.

Saat tangan menyentuh hidung, mata, atau mulut setelahnya, virus bisa masuk ke tubuh. “Mengingat penularannya mudah, seseorang kadang tak sadar terinfeksi hingga gejala muncul mendadak 1–4 hari setelah paparan,” kata dr. Hastomo.

Gejalanya meliputi batuk kering, demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, menggigil, serta mual muntah. dr. Hastomo menambahkan, bila diabaikan influenza A dapat mengganggu aktivitas bahkan menyebabkan pneumonia. Karena itu, deteksi dan pengobatan cepat sangat penting.

Untuk memastikan tipe virus, dilakukan pemeriksaan PCR yang mendeteksi hingga 19 virus dan 4 bakteri. Setelah diagnosis, dokter akan memberi terapi seperti pereda nyeri, obat antivirus, dan pengawasan ketat agar komplikasi tak terjadi. “Kasus influenza A ringan biasanya sembuh dalam 5–7 hari,” ujarnya.

Dokter juga menyarankan istirahat cukup, makan tinggi kalori dan protein, serta cukup cairan untuk mempercepat pemulihan dan mencegah dehidrasi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60