Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNTAG Surabaya Dampingi Branding dan Pemasaran Digital UMKM Sabosa di Menganti Gresik

banner 468x60

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya kembali melakukan pendampingan branding dan pemasaran digital UMKM melalui kolaborasi bersama UMKM Sabosa di kawasan Menganti, Kabupaten Gresik. Program ini penting karena memperkuat daya saing UMKM lokal di tengah tren personalized product dan kebutuhan pelaku usaha untuk tampil profesional di ekosistem pemasaran berbasis media sosial.

UMKM Sabosa dikenal sebagai usaha percetakan sablon yang memproduksi sablon sandal, kaos, topi, hingga berbagai merchandise custom lainnya. Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap produk-produk personalisasi, Sabosa berkembang dari usaha rumahan menuju UMKM dengan potensi pasar yang lebih luas, namun tetap menghadapi tantangan pada penguatan identitas merek, strategi promosi, serta konsistensi visual.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam pendampingan ini, mahasiswa terlibat langsung mengeksekusi berbagai langkah praktis, mulai dari pembuatan desain brosur promosi, pencetakan materi promosi untuk kebutuhan offline, hingga membangun dan mengelola akun Instagram sebagai kanal pemasaran digital. Mahasiswa juga memproduksi konten foto dan video produk, menyusun strategi promosi digital, serta membantu penataan ulang katalog agar tampil lebih rapi, informatif, dan menarik bagi calon pelanggan.

“Ketika UMKM punya identitas visual yang konsisten, mereka bukan hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga lebih mudah dipercaya pasar,” ujar salah satu mahasiswa pendamping saat menjelaskan pentingnya konsistensi branding dalam membangun reputasi usaha.

Hasil pendampingan ini mulai terlihat pada perubahan tampilan Sabosa yang lebih rapi dan terarah. Branding yang sebelumnya masih sederhana kini menjadi lebih konsisten melalui desain visual yang lebih kuat, sekaligus ditopang oleh pengelolaan media sosial yang aktif. Kehadiran akun Instagram juga menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan promosi, terutama bagi segmen konsumen usia muda yang terbiasa mencari produk melalui platform digital.

Masukan kreatif dari mahasiswa turut mendorong lahirnya inovasi desain dan variasi produk, sehingga Sabosa memiliki lebih banyak opsi penawaran yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan pendekatan ini, UMKM Sabosa tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun citra yang lebih kompetitif di tengah persaingan UMKM kreatif di Gresik dan sekitarnya.

Di sisi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang nyata dan aplikatif. Mereka menerapkan pengetahuan tentang komunikasi, desain, pemasaran digital, hingga manajemen branding dalam situasi lapangan, sekaligus mengasah kemampuan kerja tim, kreativitas, problem solving, dan sensitivitas terhadap kebutuhan mitra UMKM.

Kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNTAG Surabaya dengan UMKM Sabosa menegaskan bahwa sinergi perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi ekonomi kreatif daerah. Ketika kampus hadir bukan hanya sebagai pusat teori, melainkan juga mitra solusi, maka UMKM tidak sekadar bertahan—tetapi bertumbuh.

“Ketika UMKM lokal mampu menembus ruang digital dengan identitas yang kuat, mereka tak hanya menjual produk—mereka sedang membangun masa depan ekonomi kreatif yang lebih percaya diri.”

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60