Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan proyek kolaborasi lintas mata kuliah untuk memperkuat branding Cafe Halmeoni.Yog, sebuah kafe bernuansa Korea yang tengah berkembang dan menjadi favorit mahasiswa serta generasi Z pecinta K-Pop di Surabaya. Kegiatan ini penting karena menjawab tren penguatan branding UMKM kuliner dan strategi komunikasi digital berbasis konten kreatif yang relevan dengan karakter Gen Z.
Proyek ini mengintegrasikan tiga mata kuliah inti—Periklanan, Desain Grafis, dan Komunikasi Visual—yang disinergikan melalui Manajemen Public Relations (MPR) sebagai pengelola kampanye. Kolaborasi mahasiswa Ilmu Komunikasi yang terdiri dari Renanda Ayu Parasti, Nur Syakbana, Dewi Citra Wulan Dari, Jingga Jingga, dan Marchelino Wardana diawali dengan observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan komunikasi kafe. Lokasi kafe yang berada di area perkampungan dan relatif jauh dari jalan utama mendorong tim Desain Grafis merancang visual branding yang tidak hanya estetik, tetapi juga informatif, guna memperkuat daya temu dan identitas brand.
Dari proses tersebut, mahasiswa menghasilkan beragam produk kreatif seperti poster, totebag, kaos, stiker, hingga kalender bertema Korea yang dipresentasikan dalam sebuah exhibition sebagai bentuk solusi visual bagi pihak kafe. Pada sisi periklanan, dosen pengampu Bagus Cahyo Shah Adi Pradana mengarahkan mahasiswa merancang konsep promosi yang mudah diterima audiens utama. Platform TikTok dan Instagram dipilih sebagai kanal utama dengan format video pendek yang menonjolkan ambience Korea, suasana hangat kafe, serta menu andalan yang dikemas melalui storytelling khas budaya pop.
Sementara itu, mata kuliah Komunikasi Visual berperan dalam penyusunan narasi dan alur visual konten agar selaras dengan preferensi Gen Z. Proses produksi dilakukan langsung di lokasi kafe dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa maupun staf. “Aktivitas dapur yang biasa kami jalani ternyata bisa terlihat sangat estetik dan profesional saat direkam,” ungkap salah satu staf kafe yang menyaksikan proses pengambilan gambar.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian dibingkai melalui pendekatan Manajemen Public Relations (MPR) yang menyatukan aspek visual, strategi, dan pesan menjadi kampanye branding yang konsisten. Dokumentasi proses kolaborasi hingga produksi video naratif praktikum menegaskan bahwa branding bukan sekadar tampilan visual, melainkan komunikasi terarah yang dibangun secara strategis.
Kolaborasi lintas mata kuliah ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menerjemahkan teori ke praktik nyata sekaligus membangun kerja tim dan pemahaman terhadap kebutuhan klien. Bagi Cafe Halmeoni.Yog, proyek ini diharapkan meningkatkan visibilitas, memperkuat citra brand, dan menarik lebih banyak pengunjung dari kalangan mahasiswa. Ketika kreativitas akademik bertemu kebutuhan UMKM lokal, maka ruang belajar tidak hanya menghasilkan karya—tetapi juga dampak nyata bagi ekosistem kreatif kota.











