BRIN : Pemerataan Akses Pendidikan Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Emas 2045

banner 468x60

Pendidikan dianggap kunci membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN, E. Oos M. Anwas, dalam Webinar BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025.

Oos menerangkan bahwa akses pendidikan sudah meningkat, terutama untuk SD/MI dan SMP/MTs berkat program Wajib Belajar 9 tahun. Namun angka partisipasi sekolah (APS) untuk SMA masih sedang, dan PAUD masih rendah karena belum wajib belajar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Perbedaan APS antarprovinsi juga masih besar. Ia menegaskan masih banyak tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, hambatan geografis, anggaran pendidikan yang tidak merata, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah perlu kebijakan, anggaran, dan program pendidikan yang tepat sasaran berdasarkan riset lokal. Oos mendorong perluasan akses PAUD dan SMA/SMK dengan percepatan Wajib Belajar 13 tahun.

PAUD dinilai penting untuk fase golden age, namun terkendala kurangnya guru, fasilitas, ekonomi keluarga, dan koordinasi lintas sektor.

Solusi yang ditawarkan adalah penguatan kebijakan, kerja sama lintas instansi, PAUD Holistik Integratif, serta peningkatan kualitas guru dan pemberdayaan keluarga miskin.

Kualitas literasi dan numerasi juga menjadi perhatian. Hasil PISA menempatkan Indonesia pada peringkat 68 dari 81 negara.

Buku ajar belum kontekstual, metode belajar belum tepat, dan keterlibatan orang tua masih rendah. Ia turut mengangkat masalah lulusan SMK yang menjadi penyumbang pengangguran tertinggi.

Industri ternyata lebih membutuhkan soft skills, sehingga guru SMK harus memiliki kemampuan akademik sekaligus pengalaman praktis.

Namun LPTK belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan guru sesuai jurusan. Selain itu, Oos menyoroti pentingnya pendidikan inklusi, teknologi AI dalam pendidikan, dan pemerataan akses penerimaan murid baru untuk semua anak.

Ia menekankan bahwa BRIDA/BAPPERIDA dapat mendorong pemerataan pendidikan melalui sinkronisasi kebijakan pusat–daerah, penyusunan program berbasis potensi lokal, sinkronisasi data pendidikan, serta kolaborasi berbagai pihak.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60