Hotel Kini Tak Hanya Nyaman, tetapi Juga Menghibur

banner 468x60

Perkembangan media sosial telah membuat banyak industri mulai mengubah cara berkomunikasi dengan masyarakat, termasuk juga industri perhotelan. Dulu, hotel hanya dikenal sebagai tempat untuk menginap yang memberikan kenyamanan, fasilitas, dan layanan. Sekarang, hotel juga mulai berfungsi sebagai ruang hiburan digital bagi pengunjung melalui media sosial. Fenomena ini terlihat dari banyak hotel yang mulai aktif membuat konten kreatif di TikTok dan Instagram untuk menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda yang lebih sering menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Salah satu hotel yang mulai menggunakan strategi komunikasi digital adalah Hotel Aria Centra Surabaya. Hotel ini menggunakan media sosial TikTok sebagai alat untuk mempromosikan diri dan juga untuk menjalin hubungan dengan audiens. Tidak seperti promosi hotel biasanya yang lebih formal dan hanya menunjukkan fasilitas kamar atau penawaran tertentu, Hotel Aria Centra Surabaya memilih untuk menggunakan humor dalam konten-kontennya. Konten yang dibuat biasanya mengikuti tren yang sedang populer di TikTok, kemudian diubah dengan gaya unik hotel agar tetap sesuai dengan branding yang dimiliki.

 

Menurut Dila, sebagai tim marketing mengatakan bahwa penggunaan humor di media sosial adalah salah satu cara yang efektif dalam membranding hotel, karena sekarang ini audiens tidak hanya mencari informasi, tetapi juga ingin terhibur. Konten yang lucu dan santai biasanya lebih mudah diterima daripada konten formal yang terlalu serius. Selain itu, humor juga membuat audiens merasa lebih dekat dengan sebuah brand karena cara berkomunikasi yang dibangun terasa santai dan tidak kaku. Hal ini membuat udiens lebih suka memberikan tanggapan seperti suka, komen dan membagikan video kepada orang lain.

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah cara industri perhotelan berkomunikasi dengan masyarakat. Sekarang, hotel tidak hanya menawarkan fasilitas dan kenyamanan untuk menginap, tetapi juga pengalaman digital yang dapat menarik perhatian audiens. Saat ini, banyak orang tahu tentang sebuah hotel bukan dari iklan promosi atau baliho, tetapi dari video TikTok yang muncul di beranda mereka. Konten yang menghibur membantu orang lebih mudah mengingat hotel karena mereka merasa ada ikatan emosional dengan merek tersebut.

 

Selain meningkatkan audiens, penggunaan humor juga berpengaruh pada branding hotel. Hotel yang sering membuat konten humor biasanya dianggap lebih ramah, santai, dan dekat dengan anak muda. Citra seperti ini sangat penting di era digital karena audiens lebih suka merek yang bisa mengikuti trend media sosial. Komunikasi yang terlalu formal sering kali dianggap membosankan dan kurang menarik bagi pengguna media sosial saat ini.

 

Hal ini sejalan dengan pandangan Kiky Rizky selaku mitra pembimbing dari Department of Sales Hotel Aria Centra Surabaya yang menjelaskan bahwa penggunaan humor dalam konten media sosial terbukti menjadi strategi yang efektif dalam menarik engagement audiens terhadap Hotel Aria Centra Surabaya. Menurutnya, konten yang ringan, kreatif, dan mengikuti tren membuat audiens lebih tertarik untuk berinteraksi, sehingga membantu meningkatkan awareness serta memperkuat branding hotel di media sosial.

 

Opini ini diperkuat oleh pandangan Mohammad Insan Romadhan S.I.Kom., M.Med.Kom selaku dosen pembimbing yang menjelaskan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi antara brand dan masyarakat. Menurutnya, konten digital yang kreatif dan sesuai dengan karakter audiens dapat menjadi strategi komunikasi yang efektif karena tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan pengguna. Dalam konteks industri perhotelan, pendekatan komunikasi yang lebih interaktif seperti penggunaan humor dapat membantu brand menciptakan kedekatan dengan audiens di ruang digital.

 

Namun, penggunaan humor di media sosial hotel juga memiliki tantangan tersendiri. Ide konten perlu diperbarui secara teratur karena tren di media sosial berubah dengan sangat cepat. Selain itu, konten yang dibuat harus tetap menjaga citra hotel dan tidak berlebihan hanya untuk demi viral. Oleh karena itu, penggunaan humor sering kali diselingi dengan informasi tentang fasilitas, layanan, dan promosi hotel agar komunikasi tetap seimbang antara hiburan dan informasi.

 

Fenomena ini membuktikan bahwa industri perhotelan kini tidak hanya fokus pada pelayanan secara langsung, tetapi juga mulai memperhatikan pengalaman audiens di dunia digital. Hotel tidak lagi sekadar menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi bagian dari hiburan dan budaya media sosial yang mampu membangun hubungan lebih dekat dengan masyarakat melalui konten-konten kreatif dan interaktif.

 

Fenomena ini menunjukkan bahwa industri perhotelan sekarang tidak hanya fokus pada pelayanan secara langsung, tetapi juga mulai memperhatikan pengalaman pengunjung di dunia digital. Hotel sekarang bukan hanya tempat untuk menginap, tetapi juga menjadi bagian dari hiburan dan budaya media sosial. Hotel bisa menjalin hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat lewat konten-konten yang kreatif dan interaktif.

banner 300x250
banner 468x60