Merchandise hingga Video Promosi: Proyek Terpadu Perkuat Brand Coste Coffee di Gubeng Surabaya

banner 468x60

Surabaya, 10 Desember 2025 — Penguatan branding UMKM kembali digerakkan melalui kolaborasi kreatif antara Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya dan Coste Coffee, coffee shop yang tengah digandrungi anak muda di Surabaya. Proyek terpadu ini dinilai penting karena sejalan dengan tren ekonomi kreatif Surabaya yang menuntut pelaku usaha tampil lebih konsisten secara visual, kuat dalam storytelling, dan adaptif di kanal promosi digital.

Berlokasi di Jl. Pucang Anom Timur No. 35, Gubeng, Surabaya, Coste Coffee dikenal dengan konsep vintage retro dan interior natural stone wall yang menghadirkan suasana hangat serta estetik. Karakter tersebut menjadi fondasi utama dalam pengembangan identitas brand dan materi promosi yang digarap lintas bidang melalui empat mata kuliah: Desain Grafis, Komunikasi Visual, Periklanan, dan Manajemen Public Relations.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pada ranah Desain Grafis, mahasiswa mengembangkan visual identity Coste Coffee melalui rancangan merchandise resmi seperti keychain, kaos, dan sticker. Desain dibuat orisinal dengan menjaga nuansa retro sebagai ciri khas kedai, sekaligus diarahkan menjadi media promosi yang mudah menyebar melalui pelanggan dan komunitas.

Sementara itu, mahasiswa Komunikasi Visual bertugas sebagai tim produksi video yang bekerja kolaboratif dengan mahasiswa Periklanan. Tim Komunikasi Visual menangani pengambilan gambar, pengaturan visual, hingga penyusunan alur visual agar materi promosi tampil sinematik dan konsisten dengan identitas tempat.

Dari sisi Periklanan, mahasiswa merancang konsep kreatif dan strategi komunikasi untuk video promosi dengan tema vintage retro. Fokusnya menonjolkan Coste Coffee sebagai ruang nongkrong yang estetik, nyaman, serta relevan bagi audiens anak muda—baik mahasiswa maupun pekerja—melalui pesan yang ringkas dan kuat secara visual.

Integrasi keseluruhan kampanye diperkuat oleh mahasiswa Manajemen Public Relations yang mengatur alur publikasi, menyusun strategi komunikasi, serta memastikan output dari tiap mata kuliah terhubung menjadi kampanye branding yang utuh. Tim Manajemen Public Relations melibatkan tiga mahasiswa, yakni Alfina Sutanti, Alina Ruskamila, dan Raihan Zaidan, untuk mendukung koordinasi konten dan rencana publikasi.

Kegiatan kolaboratif ini menjadi implementasi nyata project based learning di lingkungan Ilmu Komunikasi UNTAG Surabaya—menghubungkan kompetensi kreatif, produksi media, hingga manajemen kampanye dalam satu proyek. Selain memberi pengalaman praktis bagi mahasiswa, program ini juga membantu UMKM lokal Surabaya meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri kreatif.

Ke depan, program serupa akan terus diperluas melalui kemitraan dengan lebih banyak pelaku UMKM, dengan semangat “menciptakan ekosistem kolaboratif yang menguntungkan baik bagi dunia pendidikan maupun pelaku usaha lokal.” Ketika kreativitas kampus bertemu kebutuhan UMKM, ruang-ruang usaha lokal tak hanya tampil lebih menarik—tetapi juga makin siap menembus pasar yang kian digital.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60