Mahasiswa Ilmu Komunikasi Dorong Green Economy UMKM Kampung Kue Rungkut Lewat Olahan Minyak Jelantah

banner 468x60

Surabaya — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menggelar program edukasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Kampung Kue Rungkut. Kegiatan ini menjadi penting di tengah meningkatnya isu pengelolaan limbah rumah tangga dan dorongan penguatan green economy berbasis UMKM lokal di Surabaya.

Program edukasi ini merupakan bagian dari Kampanye Digital PR bertajuk “Branding & Communication Mission” (#Brandcomm) yang dirancang tidak hanya sebagai aksi sosial, tetapi juga sebagai sarana transfer pengetahuan lingkungan melalui pendekatan komunikasi strategis. Mahasiswa menghadirkan pelatihan praktis, murah, dan aplikatif agar limbah minyak jelantah yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ketua pelaksana kegiatan, Putri Sabrina, menjelaskan bahwa minyak jelantah merupakan salah satu limbah rumah tangga terbesar yang dihasilkan pelaku UMKM kuliner di Kampung Kue. “Jika dibuang sembarangan, minyak jelantah dapat mencemari saluran air dan merusak lingkungan. Melalui edukasi ini, kami menawarkan solusi sederhana—mengubah limbah menjadi lilin aromaterapi yang berfungsi sebagai penerangan alternatif sekaligus pengharum ruangan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan lilin aromaterapi. Proses dimulai dari tahap pemurnian minyak jelantah melalui penyaringan agar aman diolah, dilanjutkan tahap pengerasan dengan pencampuran bahan yang mudah diperoleh, hingga tahap aromaterapi melalui penambahan minyak esensial untuk meningkatkan fungsi relaksasi dan nilai ekonomis produk.

Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa mata kuliah Manajemen Public Relations ini juga menegaskan peran komunikasi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan narasi yang terstruktur, program ini turut memperkuat citra institusi pendidikan sebagai agen perubahan yang responsif terhadap isu sosial dan lingkungan, sekaligus mendorong mahasiswa mengemas kegiatan pengabdian menjadi pesan publik yang berdampak.

Usai pelatihan, ibu-ibu pelaku UMKM di Kampung Kue Rungkut kini memiliki keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Dari limbah yang sebelumnya dipandang sebagai masalah, lahir peluang ekonomi berkelanjutan—membuktikan bahwa ketika edukasi, kreativitas, dan kepedulian lingkungan berjalan seiring, perubahan nyata dapat dimulai dari dapur rumah tangga.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60