BRIN Terjunkan Task Force dan Teknologi Canggih untuk Percepat Penanganan Banjir di Sumatra

banner 468x60

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan mengirimkan Task Force Supporting Penanggulangan Bencana ke daerah banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tim lintas bidang ini membawa misi kemanusiaan serta memperkuat pemanfaatan riset dan teknologi untuk mitigasi bencana secara cepat dan tepat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa BRIN sudah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi.

“Sejak awal, BRIN langsung mendukung BNPB dengan menyediakan data citra satelit dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Hari ini kita tidak hanya memetakan lokasi banjir, tetapi juga menunjukkan solidaritas sivitas BRIN untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra,” ujarnya saat pelepasan Task Force BRIN dan pengiriman bantuan BRIN Peduli di Jakarta, Senin 8 Desember 2025.

Ia menegaskan bahwa kehadiran BRIN di lapangan membawa inovasi penting untuk mempercepat pemulihan.

Arif juga merinci teknologi yang dikirimkan, antara lain Arsinum (alat pengolah air menjadi air siap minum) dan drone berteknologi tinggi yang dapat mendeteksi objek hingga 100 meter di bawah permukaan tanah.

Teknologi ini digunakan untuk menemukan sumber air, mendukung proses evakuasi, dan mempercepat pemetaan wilayah terdampak.

“Kita hadir dengan teknologi dan inovasi yang berbasis pengalaman panjang BRIN dalam penanganan bencana,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran tim bukan hanya untuk memberikan bantuan langsung, tetapi juga untuk mengamati kondisi lapangan sebagai bahan riset ke depan. Menurutnya, inovasi perlu terus berkembang berdasarkan kebutuhan masyarakat saat bencana.

“Dengan memahami lapangan, kita tahu inovasi apa yang harus dihasilkan untuk membantu masyarakat lebih baik lagi,” ungkapnya.

Melalui kombinasi teknologi, data keantariksaan, dukungan logistik, serta keahlian ilmiah, BRIN memastikan kontribusi nyata bagi warga terdampak. Bekerja sama dengan BNPB, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, BRIN berharap penanganan bencana di Sumatra dapat berjalan cepat, efisien, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Seluruh tim akan terus bekerja hingga situasi benar-benar pulih,” tambah Arif.

Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, melaporkan perkembangan program BRIN Peduli, yang mendukung misi kemanusiaan ini. Ia menyampaikan bahwa telah terkumpul dana Rp269.176.425 dari sivitas BRIN serta bantuan obat-obatan senilai Rp29.000.000 dari Unit Pengelola Zakat.

“Bantuan tahap pertama berupa makanan dan pakaian akan dikirimkan berkoordinasi dengan BNPB dan Ketua Task Force,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh sivitas BRIN yang terlibat dan memastikan seluruh donasi disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.

Ketua Task Force, Joko Widodo, menjelaskan bahwa timnya telah menurunkan periset bidang kesehatan untuk mendukung layanan kesehatan darurat di lokasi bencana.

“Selain itu, tim analisis data citra satelit terus bekerja siang malam memperbarui data citra satelit kondisi daerah terdampak banjir dan tanah longsor. Kami pun terus berkoordinasi dengan BNPB,” ujarnya.

Data ini digunakan untuk menentukan jalur distribusi bantuan dan memetakan wilayah yang berpotensi mengalami bencana susulan.

Joko Widodo menambahkan bahwa Task Force dibagi menjadi beberapa kelompok kerja: tim survei dan pemetaan, tim data dan analisis spasial, tim teknologi air minum dan air bersih, serta tim kesehatan dan kerentanan sosial. Pembagian ini memastikan setiap kebutuhan lapangan ditangani oleh tenaga ahli yang sesuai.

“Kami ingin memastikan respons yang cepat, terukur, dan berbasis sains,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60