Selasa, 18 november 2025 Untag Surabaya menggelar Sarasehan bertajuk “Transformasi Badan Penyelenggara dan PTS Menuju PTS Unggul Berkelas Dunia”.
Acara ini menjadi forum strategis untuk membahas masa depan perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, terutama di tengah perubahan kebijakan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Ratusan pimpinan yayasan dan rektor PTS Jawa Timur hadir dalam acara ini.
Direktur kelembagaan direktorat jendral kementrian Pendidikan tinggi sains dan teknologi Prof. Dr. Mukhamad najib, S. T. P., M. M., kepala (LLDIKTI) wilayah VII jawa timur prof. dr. dyah sawitri, S. E., M. M., ketua umum ABP-PTSI prof. dr. Thomas Suyatno., dihadirkan acara sarasehan ini sebagai narasumber.
Prof. Najib juga menyoroti 3 juta lulusan SMA sederajat yang belum tertampung di perguruan tinggi sebagai potensi besar yang harus direspons PTS melalui reformasi tata kelola yang transparan dan berintegritas.
Menurutnya, kurikulum dan riset harus lebih berorientasi pada inovasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dalam Sarasehan di Untag Surabaya, menekankan perlunya respons strategis dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk menghasilkan lulusan yang memiliki talenta adaptif dan berdaya saing global.
Ia menegaskan, PTS harus menjadi agen perubahan dan fondasi kuat dengan komitmen bersama antara akademisi dan pemangku kepentingan.
“Bukan yang terkuat atau tercerdas yang akan bertahan, tetapi mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.” Ujarnya.
Ketua Umum ABP-PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, dalam Sarasehan di Untag Surabaya, menggaris bawahi perlunya transformasi tata kelola yayasan PTS yang harus menjunjung tinggi profesionalisme, sejalan dengan tuntutan global dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Menurut Prof. Thomas, keberadaan PTS sangat bergantung pada badan penyelenggara.
ia menegaskan bahwa undang-undang mengharuskan PT asing (PTLN) yang masuk ke Indonesia untuk tetap nir-laba (non-profit) dan bekerja sama dengan PT di dalam negeri, agar tidak terjadi diskriminasi perlakuan antara PTN dan PTS.
Perguruan tinggi yang kuat bukan yang paling cepat, tetapi yang mampu tumbuh bersama banyak pihak.
Melalui forum ini, Untag Surabaya menegaskan dirinya sebagai pusat sinergi bagi PTS lain menuju pendidikan tinggi Indonesia yang berkelas dunia.











