Kuliah Tamu Teknik Sipil Bahas Retakan Tanah, Stephanus Alexsander Tekankan Pentingnya Geoteknik

banner 468x60

Program Studi Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengadakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Palangka Raya dan PT Cemara Geo Engineering.

Kegiatan ini mengusung tema “Retakan Tanah Sebagai Pemicu Longsor Untuk Mitigasi Bencana”  yang diselenggarakan pada Kamis, 13 November 2025, di Auditorium Graha Wiyata Lt. 9 Untag Surabaya, mulai pukul 12.00 hingga 16.00 WIB.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Acara tersebut menghadirkan Dr. Stephanus Alexsander, S.T., M.T. sebagai narasumber utama, dengan Ir. Laily Endah Fatmawati, S.T., M.T. bertindak sebagai moderator. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Program Studi Teknik Sipil, Ir. Michella Beatrix, S.T., M.T., serta Wakil Dekan Fakultas Teknik, Ir. Faradlillah Saves, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Michella menyampaikan harapannya agar kuliah tamu ini dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai pilihan karier setelah lulus. Ia menekankan pentingnya kegiatan semacam ini untuk membantu mahasiswa memahami bidang keahlian yang ingin mereka tekuni.

Hal senada juga disampaikan oleh Faradlillah. “Tema yang diangkat sangat menarik, yang saya tahu, mahasiswa yang tertarik dengan pondasi untuk tanah itu masih sedikit,” ujarnya.

Ia berharap materi yang disampaikan dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk menekuni peminatan geoteknik.

Materi yang dibawakan Dr. Stephanus juga menyoroti pentingnya bidang geoteknik bagi mahasiswa Teknik Sipil karena memiliki prospek kerja yang luas. Ia menjelaskan bahwa lulusan yang memiliki minat pada geoteknik dapat bekerja di sektor pertambangan dan perusahaan besar.

“Jika suka dengan geoteknik, kalian bisa bekerja di pertambangan. Karena tambang terbuka yang dalam untuk mengambil batu bara, dasarnya tetap harus menghitung mekanika tanah dan mekanika batuan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja di perusahaan besar sangat terbuka bagi lulusan baru. “Bahkan kalau rezeki kalian bagus, kalian bisa bekerja di Freeport atau perusahaan besar lainnya. Untuk fresh graduate, gaji seorang geotechnical engineer sekarang bisa 10 juta per bulan, bahkan di Freeport lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Selain peluang karier, Dr. Stephanus memaparkan bahwa geoteknik tidak sekadar mempelajari tanah dan batuan, melainkan juga membutuhkan pemahaman mendalam tentang mekanika rekayasa, termasuk perhitungan stabilitas dan momen longsor.

Ia menegaskan bahwa geoteknik tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan ilmu geofisika. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab longsor bukan hanya berasal dari gempa atau ledakan, tetapi juga dari curah hujan tinggi berdurasi panjang yang dapat memicu longsor hingga lebih dari 10 meter.

Menurutnya, kemampuan memprediksi potensi longsor merupakan aspek penting dalam mitigasi bencana. Dengan analisis geoteknik yang tepat, potensi jatuhnya korban jiwa maupun infrastruktur terdampak, termasuk sekolah atau pemukiman, dapat diminimalisir.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60