Gula merupakan salah satu sumber energi bagi tubuh, tetapi konsumsi yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Jika tidak dikendalikan, kelebihan gula berpotensi memicu obesitas, diabetes, hipertensi, hingga penyakit kardiovaskular.
Kementerian Kesehatan menetapkan batas konsumsi gula harian sebesar 50 gram atau sekitar empat sendok makan. Melebihi batas tersebut membuat kadar gula menumpuk di dalam tubuh dan memicu reaksi fisik tertentu yang dapat dikenali sejak awal.
Ahli diet Lori Zanini menjelaskan bahwa tubuh akan memberikan sejumlah sinyal ketika gula darah tidak terkontrol. “Ketika tubuh tidak mendapat energi yang dibutuhkan, sistem metabolisme beralih ke otot dan lemak sebagai sumber energi,” ujarnya.
Berikut sejumlah tanda tubuh mulai mengalami kelebihan gula:
1. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal bekerja lebih keras membuang kelebihan glukosa melalui urine. Kondisi ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan sehingga rasa haus muncul berulang.
2. Nafsu Makan Meningkat dan Berat Badan Turun
Tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa sebagai energi sehingga terjadi peningkatan rasa lapar. Di saat yang sama, tubuh memecah lemak dan otot sehingga berat badan menurun secara tidak sehat.
3. Mudah Lelah
Gula yang tidak masuk ke sel sebagai energi membuat tubuh kekurangan tenaga. Akibatnya, penderita sering merasa lemah meski tidak banyak beraktivitas.
4. Penglihatan Buram dan Sakit Kepala
Kadar gula darah tinggi dapat memicu pembengkakan lensa mata sehingga penglihatan terganggu. Kondisi ini biasanya disertai sakit kepala berulang.
5. Luka Sulit Sembuh
Kerusakan saraf dan gangguan aliran darah membuat proses penyembuhan luka lebih lambat. Pada kasus tertentu, luka ringan dapat berkembang menjadi infeksi serius.
6. Kesemutan pada Tangan dan Kaki
Kelebihan gula dapat merusak saraf atau memicu neuropati diabetik. Gejalanya berupa sensasi kesemutan, nyeri, atau mati rasa, terutama pada area kaki dan tangan.
7. Perubahan pada Kulit
Beberapa bagian kulit, seperti leher, tangan, dan ketiak, dapat menghitam atau menebal. Kondisi ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin.
8. Rentan Infeksi Jamur
Kelebihan glukosa menjadi sumber makanan bagi jamur, terutama candida. Pada perempuan, kondisi ini dapat memicu infeksi di area genital yang ditandai gatal, nyeri, dan keputihan tidak normal.
9. Gusi Mudah Berdarah
Kadar gula yang tinggi meningkatkan jumlah bakteri di mulut dan memicu pembentukan plak. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyakit gusi dan menyebabkan gigi tanggal.









