Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 mulai digelar serentak di seluruh Indonesia pada Senin 3 November 2025 .
Uji kompetensi ini diikuti oleh siswa tingkat akhir SD, SMP, hingga SMA sebagai asesmen nasional untuk mengukur capaian akademik sekaligus penyetaraan hasil belajar pendidikan formal maupun nonformal.
Hasil TKA nantinya dapat digunakan untuk seleksi masuk jenjang berikutnya, termasuk jalur prestasi seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
Meski terkesan baru, sistem asesmen nasional semacam ini juga diterapkan di banyak negara lain dengan format dan tingkat tekanan yang berbeda.
Berikut perbandingannya:
1. Inggris
Di Inggris, siswa wajib mengikuti lebih dari 10 ujian standar sepanjang masa sekolah. Saat berusia 16 tahun, rata-rata pelajar bisa menghadapi 15–20 ujian penting. Untuk masuk universitas, mereka juga harus mengikuti tes A-Level di akhir sekolah menengah.
2. Jepang
Jepang dikenal dengan sistem tes bertekanan tinggi. Satu ujian bisa menentukan apakah siswa boleh lanjut ke SMA atau tidak. Selain itu, masuk universitas juga membutuhkan tes nasional tambahan. Karena dianggap “penentu masa depan”, persiapan ujian sering dilakukan sejak TK.
3. Finlandia
Meski terkenal dengan sistem pendidikan yang santai, Finlandia tetap memberlakukan tes nasional menjelang kelulusan SMA. Asesmen ini menjadi dasar penentuan jenjang pendidikan lanjutan. Tingginya kualitas tes Finlandia turut berkontribusi pada skor PISA mereka yang konsisten tinggi.
4. Amerika Serikat
AS punya sistem tes berbeda-beda di tiap negara bagian. Rata-rata siswa mengikuti lebih dari 100 tes standar sejak SD hingga SMA. Banyak kritik muncul karena tes dinilai tidak selalu adil bagi siswa dengan latar ekonomi dan gaya belajar berbeda.
5. Kanada
Tes akademik di Kanada juga ditentukan oleh masing-masing provinsi, umumnya mencakup baca-tulis dan matematika. Namun, sama seperti AS, asesmen ini menuai perdebatan karena tidak selalu sesuai dengan kurikulum yang diajarkan.
6. China
China punya satu tes nasional yang sangat krusial: Gaokao, ujian masuk perguruan tinggi. Durasi tes bisa mencapai 12 jam dan menentukan masa depan pendidikan siswa. Tekanan sangat tinggi hingga saat ujian berlangsung, aktivitas konstruksi di sekitar lokasi dihentikan agar tidak mengganggu konsentrasi peserta.
7. Singapura
Singapura menggunakan tes nasional untuk menentukan penempatan siswa ke jalur pendidikan tertentu. Sistem ini ketat, kompetitif, dan berorientasi pada pencarian talenta akademik terbaik. Meski demikian, pemerintah kini mulai menggeser pembelajaran dari hafalan menuju kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Singapura juga tercatat sebagai negara dengan skor PISA tertinggi di dunia pada 2022.






