Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melaksanakan kegiatan pendampingan UMKM snack grosir melalui praktikum lintas mata kuliah sebagai upaya memperkuat branding UMKM, pemasaran digital, dan komunikasi bisnis di wilayah Sidoarjo. Program ini menjadi penting di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan tuntutan transformasi digital bagi pelaku usaha lokal agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan dilakukan terhadap Snack Dua Bersaudara, sebuah usaha snack grosir yang berdiri sejak 2015 dan berlokasi di Jl. Gajah Putih No. 114, Tambakoso, Waru, Sidoarjo, dengan jaringan cabang di Buduran, Waru, dan Banyuwangi. Melalui proyek praktikum ini, mahasiswa dari berbagai semester terlibat secara kolaboratif: mahasiswa semester 1 mata kuliah Desain Grafis mengembangkan identitas visual dan materi promosi, mahasiswa semester 3 Komunikasi Visual melakukan fotografi produk dan pengambilan video, mahasiswa semester 5 Periklanan merancang strategi kampanye kreatif, serta mahasiswa semester 7 Manajemen Public Relations menyusun artikel, mengolah data lapangan, dan menyusun laporan pendampingan.
Sebagai pelaku usaha di sektor penjualan snack dalam jumlah besar, Snack Dua Bersaudara menghadapi persaingan ketat dengan UMKM sejenis di wilayah Sidoarjo. Keunggulan usaha ini terletak pada pelayanan dan harga yang kompetitif, serta variasi produk yang luas—baik hasil produksi sendiri maupun distribusi dari produsen lain. Pendampingan mahasiswa membantu usaha ini menata ulang tampilan visual, menyusun format konten media sosial, serta merancang strategi komunikasi yang lebih terarah dan relevan dengan karakter pasar lokal.
Pemilik Snack Dua Bersaudara menyambut positif program tersebut. “Persaingan di sini cukup besar. Dengan bantuan mahasiswa, saya jadi lebih paham pentingnya tampilan brand dan promosi digital yang menarik,” ujarnya. Sementara itu, dosen pengampu menilai kegiatan ini selaras dengan kebutuhan industri saat ini karena mahasiswa belajar bekerja secara profesional sekaligus memberi kontribusi nyata bagi UMKM. “Ini adalah praktik langsung penerapan fungsi public relations dalam membangun hubungan usaha dengan publiknya,” jelasnya.
Melalui pendampingan ini, UMKM mitra kini memiliki materi visual yang lebih konsisten, strategi promosi digital yang lebih terstruktur, serta fondasi branding yang lebih kuat untuk menghadapi dinamika pasar. Kolaborasi lintas kelas tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil UMKM lokal—sebuah langkah kecil yang bermakna dalam mendorong UMKM naik kelas di era digital.











