Pendampingan Branding Digital Dorong Daya Saing UMKM Sablon Sabosa di Gresik

banner 468x60

Surabaya, 12 Desember 2025 — Pendampingan UMKM sablon dan percetakan lokal menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas, seiring meningkatnya kebutuhan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan branding positif dan pemasaran digital. Melalui program pengabdian masyarakat, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengirimkan mahasiswa untuk mendampingi UMKM Sabosa di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, guna mendorong peningkatan daya saing usaha sablon di tingkat lokal.

UMKM Sabosa merupakan usaha percetakan rumahan yang memproduksi berbagai produk custom seperti sablon sandal, kaos, topi, hingga merchandise. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat langsung membantu penguatan identitas usaha melalui pembuatan desain brosur promosi, pencetakan materi offline, pengelolaan akun Instagram, serta produksi konten foto dan video produk. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab tantangan utama UMKM, mulai dari keterbatasan branding, rendahnya visibilitas digital, hingga kebutuhan inovasi desain agar mampu bersaing di pasar ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kolaborasi ini menunjukkan capaian nyata. Tampilan visual Sabosa menjadi lebih profesional, katalog produk tertata rapi, dan aktivitas media sosial berjalan konsisten. Kehadiran akun Instagram menjadi pintu masuk penting bagi perluasan pasar, khususnya untuk menjangkau konsumen muda. “Pendampingan ini membantu kami melihat usaha dari sudut pandang yang lebih modern, terutama dalam hal promosi dan desain,” ungkap pemilik UMKM Sabosa, menegaskan dampak langsung dari keterlibatan mahasiswa.

Bagi mahasiswa, program ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk menerapkan ilmu desain, komunikasi, dan pemasaran digital secara nyata. Proses pendampingan turut melatih kemampuan kerja tim, problem solving, kreativitas, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan. Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen pemberdayaan sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat.

Sinergi antara kampus dan UMKM lokal seperti Sabosa menegaskan bahwa kolaborasi berbasis pengetahuan dan kreativitas mampu menghadirkan perubahan berkelanjutan. Ketika branding UMKM diperkuat dan mahasiswa diberi ruang belajar di lapangan, maka ekonomi kreatif lokal tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dengan identitas yang lebih percaya diri. Di sinilah kampus dan UMKM bertemu: membangun masa depan ekonomi kreatif dari akar komunitas.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60