Satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ditandai dengan peluncuran lima program besar untuk pendidikan. Program-program ini difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.
Fokus utamanya mencakup kesejahteraan guru, bantuan studi, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan digitalisasi sekolah. Kesejahteraan guru ditingkatkan, di mana Guru ASN menerima tambahan satu kali gaji pokok.
Guru non-ASN dan guru PAUD nonformal mendapat tunjangan Rp2 juta per bulan, ditambah BSU Rp300 ribu. Pemerintah juga berinvestasi pada peningkatan kualifikasi 12.500 guru tanpa gelar S1/D4 melalui program RPL di 112 kampus.
Program Sekolah Rakyat dibuka bagi anak dari keluarga miskin dengan konsep asrama dan fasilitas gratis. Hingga Oktober 2025, sebanyak 164 dari 166 titik target telah beroperasi di berbagai daerah.
Siswa di Sekolah Rakyat menerima fasilitas penuh, mencakup seragam, makan, dan tempat tinggal. Sementara itu, Sekolah Garuda dirancang untuk melahirkan talenta unggul di bidang sains dan teknologi (STEM).
Sekolah unggulan berasrama ini bertujuan menyiapkan siswa untuk masuk universitas terbaik dunia. Empat lokasi Sekolah Garuda baru ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 di Belitung Timur, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Utara.
Selain itu, pemerintah merevitalisasi 15.523 sekolah, termasuk membangun 52 sekolah dan 122 lembaga nonformal baru. Terakhir, program digitalisasi gencar dilakukan dengan memasang layar pintar di 285 ribu sekolah, dari PAUD hingga SKB.










